26 comments on “Menguak Tabir Obligasi

      • sebelumnya terimakasih sudah mau berbagi infomasi mengenai obligasi. sangat bermanfaat sekali informasinya. tapi saya kebetulan sedang mendapatkan tugas akuntansi yang ada kaitannya dengan pembelian obligasi. dan diminta membuat jurnal atas pembelian obligasi, beserta jurnal penyesuaiannya,jurnal penutup, lalu jurnal pembalik serta jurnal perhitungan atas pendapatan bunga. sebenarrnya saya mulai memahami mengenai pencatatan jurnal pembelian obligasi tetapi saya mengelamami kendala untuk mencatat amortisasi diskonto atas pembelian obligasi tersebut karena dari beberapa sumber yang sudah saya baca ada beberapa sumber yang menggunakan perhitungan amortisasi diskonto dalam pembelian obligasi, tapi ada pula yang tidak menggunakan perhitungan diskonto atas pembelian obligasi dengan beralasan dikarnakan pembelian obligasi tersebut dicatat berdasarkan harga perolehannya,sebenarnya saya sangat bingung karena dari beberapa sumber tersubut tidak dijelaskan mengenai apa yang menyebabkan suatu transaksi pembelian obligasi dapat di perhitungkan amortiasasi diskontonya atau tidak perlu menghitung amortiasasi diskotonnya. padahal dari sumber-sumber yang sudah saya baca soal-soal atas pembelian obligasi semuanya hampir sama terutama soal transaksi pembelian obligasi yang menyatakan bahwa pembelian obligasi tersebut terdapat nilai nominal obligasi yang kurs nya di bawah 100% atau lebih tepatnya terdapat diskonto atau diskon atas pembelian obligasi tersebut. tetapi dalam penyelesaian soalnya berbeda-beda. saya sangat bingung dan saya sangat berterimakasih apa bila pemiliki blog ini dapat membatu permasalahan saya. saya mohon bantuannya termakasih.

      • Sebelumnya makasih udah mampir πŸ™‚

        Pertanyaannya bagus banget, mungkin beberapa pembaca yang lain juga ada yang bertanya2 kayak begini πŸ™‚

        Jadi sepengetahuan saya, kita harus membedakan obligasi dari dua sisi, yaitu dari sisi penjual (penerbit) obligasi dan dari sisi pembeli (investor) obligasi.

        Nah kalo kita sebagai pembeli obligasi (seperti yang ditanyakan), maka untuk penjurnalannya ga perlu mencatat diskonto, premium ataupun amortisasinya, karena ketika kita membeli obligasi, itu artinya kita berinvestasi, dan nilai investasi selalu dicatat pada harga perolehannya CMMIW.

        Sedangkan kalo kita sebagai penjual obligasi, maka status obligasinya adalah kewajiban (Bukan Investasi), sehingga harus memperhitungkan diskonto atau premium yang diamortisasi sampai jangka waktu obligasi berakhir.

        Klo untuk tulisan saya ini, baru membahas masalah obligasi dari sisi si penjual/ penerbit obligasi, sehingga perlu memperhitungkan diskonto dan premium beserta amortisasinya. Dan pertanyaan ini jadi motivasi juga nih buat saya untuk bikin tulisan tentang investasi :mrgreen:

        Mudah2an jawabannya bisa membantu ya πŸ™‚

  1. terimakasih sekali sudah mau menjawab pertanyaan saya, ini sangat membantu. saya harap pemilik blog dapat melanjutkan pembahasan mengenai materi investasi obligasi. karna menurut saya dari sumber-sumber blog yang lain, jarang membahas secara detail mengenai investasi obligasi karna rata2 hanya terfokus pada materi sisi utang obligasinya saja tanpa memberikan penjelasan mengenai investasi obligasi . yang padahal merupakan materi yang cukup penting dalam pemahan mengenai obligasi. saya tunggu tulisan berikutnya terimakasih.

    • Alhamdulillah πŸ™‚

      Makasih utk Comment nya,, sangat memotivasi saya utk nulis ttg investasi.. Insya Allah, mudah2an dlm waktu dekat bisa nulis ttg investasi πŸ™‚

    • Maap ya gan/ sis… ternyata saya salah… Barusan buka2 lagi teori investasi, dan ternyata memperhitungkan yang namanya am ortisasi premium atau diskonto yang pada akhirnya akan menambah/ mengurangi nilai investasinya…

      Insya Allah nanti saya bikin tulisan tentang investasi untuk lebih jelasnya :mrgreen:

      Maap ya atas salah informasinya :mrgreen:

    • Yang ane pahami, klo diterbitkannya bulan Oktober, berarti nilai obligasi yang dibayar oleh si pembeli adalah sebesar nilai obligasi ditambah bunga selama 3 bulan (Juli, Agustus, September), karena semi annually, kecuali untuk yang pembayaran bunganya annually, maka diitungnya dari bulan Januari.

      Itu yang ane pahami gan πŸ™‚

      Makasih ya udah mampir πŸ™‚

  2. Pak, saya masih bingung tentang jurnal penyesuaian pada akhir desember:
    1. Jurnal penyesuaian atas bunga apakah nanti di awal januari perlu dilakukan jurnal pembalik?
    2. Jika pada saat penyesuaian jurnal penyesuaian atas bunga digabung dengan jurnal penyesuaian amortisasi atas diskonto atau premium apakah juga ada jurnal pembalik atas diskonto dan premium tersebut?
    3. Untuk pembayaran bunga yang jatuh pada tanggal 1 Januari dan 1 Juli, apakah ada perbedaan atau bagaimana pencatatan penyesuaian atas bunga pada akhir desember dan pencatatan pembayaran bunga pada awal januari tahun berikutnya?

    terima kasih

    • Ane coba jawab pertanyaannya ya..
      1. Untuk jurnal pembalik diawal tahun atas jurnal penyesuaian di tahun sebelumnya itu optional, boleh dibalik ato ngga. Tapi klo untuk yang pembayaran bunga nya 1 Januari dan 1 Juli, pas tanggal 1 Januari cukup menjurnal
      Utang bunga (Kredit)
      Kas (Debit)

      2. Seinget ane, untuk diskonto ato premium di awal tahun ga pernah dibalik dengan menggunakan jurnal pembalik. CMIIW

      3. Nah, klo untuk pembayaran bunga 1 Januari dan 1 Juli,
      a). Jurnal penyesuaiannya:
      Beban bunga (Debit)
      Utang bunga (Kredit)

      b) Jurnal tanggal 1 Januari tahun berikutnya:
      Utang bunga (Debit sebesar utang bunga di jurnal penyesuaian diatas)
      Kas (Kredit)

      Semoga bisa menjawab pertanyaannya ya..

      Makasih udah mampir :mrgreen:

  3. Terima kasih atas jawabannya, saya mau tanya 9diskusi) lagi..hehe

    Berarti untuk menjurnal premium atau diskonto dilakukan di tanggal 31 Desember saja?
    atau
    Di tanggal 1 Januari tahun berikutnya juga perlu menjurnal premium atau diskonto atas obligasinya?

    Saya masih belajar dan sepemahaman saya, pencatatan jurnal atas premium atau diskonto juga dicatat saat tanggal pembayaran bunga. Jika melihat pembahasan jurnal contoh di blog ini kan ada penyesuaian tanggal 31 Desember 2010 yang ada jurnal (diskonto utang obligasi pada contoh diskon dan premium utang obligasi pada contoh premium).
    Bolehkah saya dikasih jawaban misalkan contoh yang bapak kasih itu dilanjutkan ke 1 januari tahun berikutnya (2011). Bagaimana pencatatan atas premium atau diskontonya?
    Karena kalau liat tabel2 diskonto atau premium tanggalnya ditulis pas pembayaran bunga.

    Mohon maaf tanya nya banyak

    Terima kasih

    • Waaahhh… pertanyaannya luar biasa… πŸ™‚

      Ane coba jawab ya:

      1. Sepemahaman ane, bulan Januari tahun berikutnya ga perlu lagi buat jurnal atas premium ato diskonto sis.. Jadi bulan Januari cuman ngejurnal pembayaran utang bunga atas penyesuaian per 31 desember tahun sebelumnya.

      2. Nah pertanyaan yang ini yang susah untuk dijawab :mrgreen:
      Jadi, sepemahaman ane, biasanya premium ato diskonto ini dicatat pada saat mencatat beban bunga. Berhubung di akhir periode harus meng akru beban, maka pengakuan atas beban bunga dilakukan di akhir periode, dicatat pada jurnal penyesuaian, sehingga premium ato diskonto juga dicatat pada akhir periode. Dengan demikian, diskonto dan premium ga perlu dicatat lagi di bulan Januari, karena per 1 Januari, nilai diskonto sudah sesuai dengan nilai pada tabel amortisasi.

      Mudah2an bisa menjawab pertanyaannya. Klo masih belum sependapat, mari kita diskusi lagi ya.. πŸ™‚

      Btw, udah ane update ya post nya :mrgreen:

  4. Ooo..begitu, sekarang saya paham.
    Terima kasih buat jawabannya.

    Sebenernya pengen tanya lagi tapi buat materi yang lain..hehe

    Terima kasih

    • Boleh kok.. Ane seneng banget diskusi.. πŸ™‚

      Semakin banyak diskusi, semakin ane tau banyak hal yang baru n nambah pengetahuan ane.. :mrgreen:

      Ditunggu diskusi-diskusi selanjutnya sis πŸ™‚

  5. Pak…saya mau tanya kalo untuk obligasi yang penerbitannya diantara tanggal pembayaran bunga untuk tanggal jatuh temponya dihitung dari tanggal cetak obligasi atau tanggal penerbitan?
    Dan untuk perhitungan pembayaran bunga serta amortisasi pada waktu mendekati jatuh tempo bagaimana?

    Terima Kasih

    • Maap sis telat bales… :mrgreen:

      Sepengetahuan ane, untuk tanggal jatuh temponya, tetep dihitung dari tanggal cetak obligasi, bukan dari tanggal penerbitan. Makanya, ketika obligasinya diterbitin diantara tanggal pembayaran bunga, maka si pembeli obligasi atawa investor, harus bayar bunga dimuka dulu, biar nanti pas di tanggal pembayaran bunga, si pembeli akan dapet bunganya tetep full..

      Untuk pertanyaan kedua, ane masih agak2 ga paham maksudnya sis. Maksudnya perhitungan bunga dan amortisasi terakhir gitu? Klo pake metode bunga efektif, maka untuk perhitungan bunga dan amortisasi terakhir adalah sisanya atawa pembulatan aja sis. Untuk yang ini, mungkin lebih jelasnya bisa diliat di tulisan ane yang lain yang judulnya Mengenal Metode Bunga Efektif

      Semoga bisa menjawab pertanyaannya πŸ™‚

  6. Untuk poin “3. Amortisasi premium/ diskonto dilakukan sejak tanggal penerbitan (1 Maret 2010) dan bukan dari tanggal cetak obligasi (1 Januari 2010)” saya masih kurang paham mohon penjelasannya,
    Apakah untuk obligasi yang dijual diantara tanggal bunga perhitungan amortisasi premium/diskontonya itu pada awal penerbitan dan pada saat jatuh tempo sama atau berbeda dengan perhitungan bunga?
    dan untuk tanggal terakhir perhitungan amortisasi apakah sama atau berbeda dengan perhitungan bunga?
    Kalau obligasi dengan pembayaran bunga 1 Januari dan 1 juli yang diterbitkan 1 maret untuk jatuh tempo obligasi sejak tanggal cetak. Sedangkan untuk perhitungan amortisasi premium/diskonto dilakukan sejak tanggal penerbitan.

    terima kasih

    • Maap baru bales sis.. :mrgreen:

      Iya sis, untuk amortisasi diskonto atau premium dilakukan sejak tanggal penerbitan. Misalnya obligasi 5 tahun semi annually (1 Januari dan 1 Juli) diterbitkan bulan Maret, maka klo pake metode garis lurus, masa periode nya bukan lagi 60 bulan, tapi 58 bulan (60 – 2 bulan (1 Jan s/d 1 Mar)). Sedangkan untuk bunga, dia tetep dihitung penuh, karena pada saat penerbitan obligasi, si pembeli harus membayar bunga dimuka, sehingga pada saat tanggal pembayaran bunga, si pembeli dapet pendapatan bunga secara penuh.

      Mudah2an bisa menjawab pertanyaannya sis. πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s