11 comments on “Menguak Tabir Obligasi

      • sebelumnya terimakasih sudah mau berbagi infomasi mengenai obligasi. sangat bermanfaat sekali informasinya. tapi saya kebetulan sedang mendapatkan tugas akuntansi yang ada kaitannya dengan pembelian obligasi. dan diminta membuat jurnal atas pembelian obligasi, beserta jurnal penyesuaiannya,jurnal penutup, lalu jurnal pembalik serta jurnal perhitungan atas pendapatan bunga. sebenarrnya saya mulai memahami mengenai pencatatan jurnal pembelian obligasi tetapi saya mengelamami kendala untuk mencatat amortisasi diskonto atas pembelian obligasi tersebut karena dari beberapa sumber yang sudah saya baca ada beberapa sumber yang menggunakan perhitungan amortisasi diskonto dalam pembelian obligasi, tapi ada pula yang tidak menggunakan perhitungan diskonto atas pembelian obligasi dengan beralasan dikarnakan pembelian obligasi tersebut dicatat berdasarkan harga perolehannya,sebenarnya saya sangat bingung karena dari beberapa sumber tersubut tidak dijelaskan mengenai apa yang menyebabkan suatu transaksi pembelian obligasi dapat di perhitungkan amortiasasi diskontonya atau tidak perlu menghitung amortiasasi diskotonnya. padahal dari sumber-sumber yang sudah saya baca soal-soal atas pembelian obligasi semuanya hampir sama terutama soal transaksi pembelian obligasi yang menyatakan bahwa pembelian obligasi tersebut terdapat nilai nominal obligasi yang kurs nya di bawah 100% atau lebih tepatnya terdapat diskonto atau diskon atas pembelian obligasi tersebut. tetapi dalam penyelesaian soalnya berbeda-beda. saya sangat bingung dan saya sangat berterimakasih apa bila pemiliki blog ini dapat membatu permasalahan saya. saya mohon bantuannya termakasih.

      • Sebelumnya makasih udah mampir🙂

        Pertanyaannya bagus banget, mungkin beberapa pembaca yang lain juga ada yang bertanya2 kayak begini🙂

        Jadi sepengetahuan saya, kita harus membedakan obligasi dari dua sisi, yaitu dari sisi penjual (penerbit) obligasi dan dari sisi pembeli (investor) obligasi.

        Nah kalo kita sebagai pembeli obligasi (seperti yang ditanyakan), maka untuk penjurnalannya ga perlu mencatat diskonto, premium ataupun amortisasinya, karena ketika kita membeli obligasi, itu artinya kita berinvestasi, dan nilai investasi selalu dicatat pada harga perolehannya CMMIW.

        Sedangkan kalo kita sebagai penjual obligasi, maka status obligasinya adalah kewajiban (Bukan Investasi), sehingga harus memperhitungkan diskonto atau premium yang diamortisasi sampai jangka waktu obligasi berakhir.

        Klo untuk tulisan saya ini, baru membahas masalah obligasi dari sisi si penjual/ penerbit obligasi, sehingga perlu memperhitungkan diskonto dan premium beserta amortisasinya. Dan pertanyaan ini jadi motivasi juga nih buat saya untuk bikin tulisan tentang investasi:mrgreen:

        Mudah2an jawabannya bisa membantu ya🙂

  1. terimakasih sekali sudah mau menjawab pertanyaan saya, ini sangat membantu. saya harap pemilik blog dapat melanjutkan pembahasan mengenai materi investasi obligasi. karna menurut saya dari sumber-sumber blog yang lain, jarang membahas secara detail mengenai investasi obligasi karna rata2 hanya terfokus pada materi sisi utang obligasinya saja tanpa memberikan penjelasan mengenai investasi obligasi . yang padahal merupakan materi yang cukup penting dalam pemahan mengenai obligasi. saya tunggu tulisan berikutnya terimakasih.

    • Alhamdulillah🙂

      Makasih utk Comment nya,, sangat memotivasi saya utk nulis ttg investasi.. Insya Allah, mudah2an dlm waktu dekat bisa nulis ttg investasi🙂

    • Maap ya gan/ sis… ternyata saya salah… Barusan buka2 lagi teori investasi, dan ternyata memperhitungkan yang namanya am ortisasi premium atau diskonto yang pada akhirnya akan menambah/ mengurangi nilai investasinya…

      Insya Allah nanti saya bikin tulisan tentang investasi untuk lebih jelasnya:mrgreen:

      Maap ya atas salah informasinya:mrgreen:

    • Yang ane pahami, klo diterbitkannya bulan Oktober, berarti nilai obligasi yang dibayar oleh si pembeli adalah sebesar nilai obligasi ditambah bunga selama 3 bulan (Juli, Agustus, September), karena semi annually, kecuali untuk yang pembayaran bunganya annually, maka diitungnya dari bulan Januari.

      Itu yang ane pahami gan🙂

      Makasih ya udah mampir🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s