Sepenggal Kisah Tentang Rinduku pada Istriku Tercinta

Tak terasa usia pernikahan kami telah genap 192 hari. Dan Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang langsung memberikan amanah kepada kami seorang anak yang insya Allah akan lahir di bulan Juli nanti (HPL menurut dokter –red). Hal ini membuat diriku harus lebih giat lagi bekerja untuk menafkahi anak istri, dan semoga ini semua akan menjadi amal ibadah bagiku sebagai seorang suami sekaligus seorang calon ayah bagi anak yang sedang dikandung oleh istriku.

Namun, konsekuensi dari ini semua adalah aku harus berpisah sementara dengan istriku tercinta. Setelah berdiskusi, akhirnya kami memutuskan bahwa istriku akan melahirkan di Jakarta, yang itu artinya untuk beberapa saat kami berdua harus terpisah jarak sekitar 1.400 Km. Apalagi sekarang aku ditugaskan lagi ke sebuah kota kecil di Buton Utara, yang perjalanan kemarin membutuhkan waktu kurang lebih 12 jam perjalanan dari Kendari, karena kapal yang langsung ke Buton Utara sedang mengalami kerusakan.

Dan ternyata menjalani hal ini bagiku pribadi terasa cukup berat. Biasanya setiap hari sepulang bekerja dari kantor, istriku selalu menyambutku dengan senyuman hangatnya, mencium tanganku, dan segelas air putih sudah tersedia untuk menghilangkan dahagaku setelah bekerja seharian. Senyumnya, candanya, tawanya membuat beban pekerjaan seharian seolah hilang begitu saja.

Istriku…

Engkau yang selalu menemaniku kemanapun aku pergi. Engkau yang selalu menjadi penghibur laraku kala aku sedang dirundung gundah gulana. Engkau yang selalu merawatku ketika aku sakit. Engkau yang selalu memotivasi diriku untuk selalu semangat menghadapi segala problema yang ada. Engkau yang selalu mengingatkanku bahwasannya apapun keputusan Allah, itulah yang terbaik untuk diriku dan untuk kita semua.

Istriku…

Betapa aku merindukan suara merdumu kala engkau melantunkan ayat-ayat suci Alquran. Engkau yang selalu menjadi teman bagiku dalam berbagi ilmu dan bertukar pikiran, sehingga pengetahuanku selalu bertambah dan bertambah.

Istriku…

Memang benar firman Allah dalam surat Ar Rum ayat 21, bahwa cinta, kasih dan sayang itu akan hadir manakala kita telah menikah. Walaupun kita hanya bertemu tidak lebih dari 6 kali sebelum kita diikat oleh tali pernikahan, namun cinta kita semakin hari semakin tumbuh besar. Rasa rindu padamu pun semakin lama semakin mendalam.

Terima kasih ya Allah telah mempertemukanku dengan jodohku.. Semoga kami bisa menjadi keluarga yang sakinnah ma waddah wa rohmah. Dan jadikanlah kami orang-orang yang senantiasa bersyukur atas nikmat yang telah Engkau anugerahkan. Dan jadikanlah kami orang-orang yang mencintaiMu ya Allah, mencintai Rasul-Mu dan jihad di jalan-Mu diatas segalanya. Amin

Istriku.. Betapa aku rindu padamu..

# Disebuah kamar hotel di Buton Utara, jam 00.56 dini hari. Aku yang sedang merindukan Nadhia istriku #

Advertisements

4 thoughts on “Sepenggal Kisah Tentang Rinduku pada Istriku Tercinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s