Misteri di Balik Siklus Akuntansi

Setelah membahas pengertian akuntansi dan sedikit penjelasan singkat mengenai output dari akuntansi, berupa Laporan Keuangan, ditulisan sebelumnya, sekarang saatnya saya berbicara sedikit tentang siklus akuntansi. Mmmm….ngomong2 soal siklus, berarti kita bakalan ngomongin proses dalam akuntansi step by step… Waaaahhh bakalan panjang dong nih tulisan?! Tenang…tenang…seperti biasa, saya mo coba jelasin dengan bahasa yang sederhana untuk masing2 tahapan dalam siklus akuntansi ini secara singkat, padat dan jelas.

Pertama sebelum yang kedua (halah apaan sih ini….), maksudnya pertama2, kita harus tau dulu tahapan2 yang ada di siklus akuntansi. Udah pada tau belum apa aja tahapan2nya? Hmmmm….kalo saya terawang sih, kayaknya barusan ada yang didalem hatinya jawab udah tau, dan ada juga yang didalem hatinya jawab belum tau hehehe….

Baiklah, untuk lebih jelasnya, mari kita lihat gambar berikut ini yang saya sadur dari bukunya om Kieso, Weygandt dan Warfield dalam bukunya Intermediate Accounting, 12th Edition:

Nah, udah keliatan kan gambarnya diatas? Jadi kalo menurut si om2 yang bertiga itu, siklus akuntansi terdiri dari 10 tahapan, dimulai dari identifikasi transaksi sampe tahapan terakhir, yaitu jurnal pembalik. Masih inget dengan definisi akuntansi ga? Ditulisan saya sebelumnya, pernah saya singgung dikit tentang definisi akuntansi, yaitu suatu proses yang dimulai dari mengidentifikasi transaksi yang terjadi, trus mencatatnya, kemudian mempostingnya yang akhirnya jadilah sebuah informasi berupa laporan keuangan yang akan digunakan oleh pengguna informasi akuntansi untuk pengambilan keputusan, baik keputusan investasi, keputusan memberikan kredit, dan lain sebagainya. Nah siklus inilah yang bakalan ngejelasin ke agan sista semuanya tentang definisi akuntansi yang udah pernah kita bahas sebelumnya itu.

Okeh, bagaimana kalo sekarang kita mulai bahas satu persatu tahapan2 dalam siklus akuntansi? Setuju?!!!! Baiklah kalo pada setuju, saya bahas sekarang ya 🙂

Yang pertama adalah identifikasi transaksi. Ditahapan ini, kita identifikasi dulu nih, transaksi yang terjadi melibatkan akun apa aja. Misalkan ada transaksi dimana kita sebagai penjual udah nyerahin barang dagangan kita ke si pembeli, tapi uangnya belum kita terima dari pembeli. Nah berarti transaksi ini dapat kita identifikasi sebagai transaksi penjualan secara kredit. Ga ada masalah kan untuk tahap pertama ini? Oke, kalo ga ada masalah kita lanjut ke tahap kedua.

Yang kedua adalah penjurnalan. Nah, tadi kan udah kita identifikasi tuh kalo transaksinya adalah penjualan secara kredit. Berarti tinggal kita buat aja jurnalnya kayak begini:

Harga Pokok Penjualan                                                  XXXX

Persediaan                                                                                      XXXX

Piutang Dagang                                                                XXXX

Penjualan                                                                                        XXXX

Saya buat dua jurnal kayak diatas, karena diasumsikan pencatatannya menggunakan metode Perpetual. Selesai deh tahap kedua. Masih belum ada masalah kan? Hehehe…Kalo udah ga ada masalah, kita lanjut ke tahap ketiga ya.

Tahap ketiga adalah posting ke Buku Besar. Ditahap ini, kita cuman mindahin akun2 yang terlibat di jurnal tahap kedua tadi ke masing2 Buku Besar. Tahap ini mah gampang, tinggal mindahin angkanya doang ke masing2 Buku Besar, jadi harusnya udah ga ada masalah juga kan? 🙂

Lajut ke tahap empat ya. Tahap keempat adalah membuat Neraca Saldo (Trial Balance). Klo menurut Om Kieso dkk, Neraca Saldo ini adalah merupakan daftar masing2 akun beserta saldonya, yang digunakan untuk membuktikan bahwa saldo debit dan kredit sudah sama (udah balance). Jadi di neraca saldo ini, semua akun disajiin beserta dengan nilai saldonya, trus dijumlahin kebawah deh, trus diliat bener ga sisi kredit jumlahnya udah sama dengan sisi debit,,, gitu gan…

Gimana, udah makin mumet ya? Hehehe… ga usah dipaksain dulu, stop aja dulu bacanya, refreshing dulu, sambil minum air putih. Konon katanya air putih itu bagus untuk kesehatan loh. 🙂

Gimana udah siap lanjut lagi? Oke deh klo udah siap, kita lanjut lagi gaaaannnn…..

Tahap kelima adalah membuat jurnal penyesuaian. Walaaaahhhh apaan lagi nih?! Lha, bukannya udah minum air putih, kok masih panik? Hehehe…. Oke, sebenernya jurnal penyesuaian ini dibikin supaya pendapatan maupun beban udah dicatat diperiode yang seharusnya, klo kata om Kieso dkk sih untuk memastikan agar prinsip Revenue Recognition dan Matching Principles udah terpenuhi, gitu tuh katanya. Nah, trus yang mo dijurnal apaan aja sih? Ada beberapa yang perlu untuk dilakukan jurnal penyesuain, yaitu: Prepaid Expenses, Unearned Revenues, Accrued Revenues, Accrued Expenses, dan Estimated Accounts. Waduuuuuhhh ini apaan lagi sih? Tenang, ini ga akan dibahas disini, tapi dipembahasan yang lebih lanjut lagi, sekarang mah telen aja dulu mentah2 ya hehehehe…. Ceritanya untuk tahap ini udah pada ngerti ya, jadi bisa dilanjut ke tahap keenam 🙂

Tahap keenam adalah Neraca Saldo yang telah disesuaikan. Nah klo ini mah gampang. Kan ditahap keempat kita udah bikin neraca saldo tuh, trus ditahap kelima kita juga udah bikin jurnal penyesuaian. Nah ditahap keenam ini kita tinggal gabungin aja kedua tahap tadi, dapet deh yang namanya neraca saldo yang telah disesuaikan, ato klo orang Sunda bilang mah Adjusted Trial Balance :). Ngerti ga maksudnya? Yaudah saya kasih gambar sebagian neraca saldo yang telah disesuaikan deh biar ada gambaran dikit.

Lanjut ketahap ketujuh ya. Nah tahap ketujuh ini adalah menyiapkan Laporan Keuangan. Ini dia nih yang jadi output dari proses akuntansi. Gimana cara buatnya? Nah, ditahap keenam kan kita udah punya Neraca Saldo Disesuaikan tuh, terus untuk buat laporan keuangannya, tinggal comot aja akun2nya dari neraca saldo yang sesuai dengan laporan keuangannya. Misalnya untuk neraca, berarti yang kita ambil dari neraca saldo disesuaikan adalah akun2 aktiva, kewajiban dan akun ekuitas. Kalo untuk Laba Rugi, yang kita ambil berarti akun2 pendapatan dan beban. Gimana,,,gimana,,,udah bisa kebayang kan? Apakah siklusnya udah berhenti sampe sini aja, kan Laporan Keuangan udah jadi?! Ternyata belum loh, masih ada tiga tahap lagi buat nyelesein siklusnya. Penasaran?!

Baiklah, klo penasaran kita lanjut lagi ke tahap kedelapan. Di tahap ini, kita membuat jurnal penutup. Hmmmm apa ya yang ditutup? Nah yang ditutup itu adalah akun2 yang ada di Laporan Laba Rugi, yaitu pendapatan dan beban, termasuk juga dividends didalamnya. Buat apa sih ditutup? Supaya akun2 di Laba Rugi saldo nya nol, jadi diperiode berikutnya udah siap digunain lagi akunnya. Trus klo akun di neraca ditutup ga? Ternyata jawabannya ngga, soalnya akun2 di neraca akan terus terbawa ke periode2 berikutnya, sehingga saldonya akan selalu terakumulasi.

Lanjut lagi gan ke tahap sembilan. Tahap kesembilan adalah Neraca Saldo yang telah ditutup. Nah yang ini sama dengan tahap keenam tadi, cuman tinggal gabungin aja neraca saldo disesuaikan dengan jurnal penutup. Yang pasti di neraca saldo yang telah ditutup ini, akun2 Laporan Laba Rugi harusnya udah bersaldo nol.

Akhirnya sampai juga kita ke tahap terakhir. Ya tahap kesepuluh ato tahap terakhir ini adalah jurnal pembalik. Wajib ga sih dibuat?! Tergantung, klo jurnal yang kita lakukan normal, berarti jurnal pembalik ini sifatnya optional, artinya boleh dibuat dan boleh juga ngga. Tapi klo waktu kita ngejurnal ngelakuin hal ini, yaitu mencatat pendapatan diterima dimuka (uneraned revenue) langsung sebagai pendapatan; ato mencatat beban dibayar dimuka (prepaid expenses) langsung sebagai beban, maka jurnal pembalik ini sifatnya wajib untuk dibuat. Kenapa?! Supaya nantinya konsisten diperiode berikutnya.

Alhamdulillah akhirnya selese juga nih tulisan..pppffiiiuuuhhhh….hehehe…

Gimana, tambah ngerti apa tambah mumet? Klo tambah mumet, coba diulangi lagi baca pelan2 dari atas. Nah klo udah ngerti dan masih ada yang perlu dibahas, yuk mari kita sama2 diskusi. 🙂

Oke..Mudah2an bermanfaat ya tulisannya 🙂

Advertisements

22 thoughts on “Misteri di Balik Siklus Akuntansi

    • sebelumnya makasih gan udah berkunjung… Jadi klo neraca saldo disesuaikan itu tujuannya untuk mempermudah bikin laporan keuangan.. Karena klo neraca saldo disesuaikan itu udah jadi, berarti semua akun prepayment dan accrued, termasuk estimated items (kayak depresiasi) udah dilakukan…

      Nah, klo udah gitu, kan gampang tuh buat bikin laporan keuangan… Tinggal comot aja akun2 yg termasuk akun neraca utk bikin neraca; comot akun2 yg termasuk laba rugi utk bikin laporan laba rugi, dsb…

      Gitu gan, mudah2an bermanfaat….

    • Sebetulnya Laporan Arus Kas itu dibuat supaya kita tau berapa kas baik yang keluar maupun masuk selama satu periode akuntansi..itu gambaran umumnya…untuk lebih jelasnya, coba deh baca tulisan saya tentang Laporan Arus Kas… Kalo masih bingung boleh kok tanya2 lagi… semoga bermanfaat 🙂

  1. Jurnal penyesuaian itu sama gk sih gan sama kertas kerja (neraca lajur) ?
    soalnya aku bingung nih..

    Mohon dijawab secepatnya yahh.. 😦
    lagi butuh nih..

    • yg ane tau kertas kerja itu fungsinya untuk mempermudah membuat lap.keuangan sis..jd didlmnya ada kolom neraca,jurnal penyesuaian,neraca stlh disesuaikan,jurnal penutup,dan kolom neraca stlh ditutup…nah kolom penyesuaian di kertas kerja itu sama dg jurnal penyesuaian sis… semoga bermanfaat n makasih udh mampir 🙂

  2. Thanks banget, sy baru sempet mampir nih, ada info gak ya ? Gmn skrg klo mau ambil gelar Akuntan alias Akt …..thanks

    • Ini masih yg dasar banget dr akuntansi sis, masih ada lg yg jauh lbh ribet dr ini 🙂

      Tapi klo dasar akuntansinya udh paham, insya Allah akan jauh lbh mudah utk memahami persoalan akuntansi yg jauh lbh kompleks. 🙂

      Makasih ya udh mampir 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s