Sekarang Gilirannya Ngebahas Laporan Laba Rugi

Dari judulnya, udah pasti ketauan klo informasi yang bisa didapet dari Laporan Laba/(Rugi) ini ga bakalan jauh dari berapa sih laba yang didapet ato rugi yang diderita ma perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya selama satu periode akuntansi ato selama satu siklus akuntansi. Emang bener banget, definisi sederhana dari Income Statement ato yang dibahasa Indonesiakan menjadi Laporan Laba/ (Rugi) adalah informasi keuangan yang nunjukkin kegiatan operasional perusahaan selama satu periode akuntansi tertentu. Hasil kegiatan operasionalnya bisa jadi untung (laba) dan bisa juga rugi, tergantung dari lebih besar mana antara pendapatan yang dihasilkan dengan beban yang harus ditanggung ma perusahaan. Kalo lebih besar pendapatan daripada beban, ya jelas perusahaan untung, dan klo sebaliknya, beban lebih besar daripada pendapatan, yang pasti perusahaan rugi.

Ada 2 metode penyajian untuk income statement ini, yaitu single step dan multiple step. Wah mulai ribet nih kayaknya? Hehe tenang aja sob, klo kita selalu menganggap sesuatu itu sulit, maka sugesti itu bakalan mempengaruhi pikiran kita, dan akhirnya beneran jadi susah deh buat memahaminya. Tapi klo dibawa santai, dibawa gampang, insya Allah sugestinya bisa mempengaruhi pikiran kita, dan akhirnya kita bisa dengan mudah memahaminya. Nah, sekarang kita bawa santai aja, biar cepet masuk ke otak hehehe…. Sebenernya namanya doang sih yang keren, padahal ga gitu ribet kok aplikasinya. Single step adalah metode yang paling sederhana buat nyajiin laporan laba rugi. Dengan metode ini, semua elemen yang terkait dengan pendapatan yang diterima perusahaan, ga peduli apakah itu berasal dari kegiatan operasional ato non operasional (apaan lagi neh? Tenang aja sob, nanti kita bahas sedikit tentang ini), semuanya digabung n dikelompokkin sebagai pendapatan. Begitu juga dengan beban, ga peduli dia beban operasional ato non operasional, semuanya digabung n dikelompokkin sebagai beban. Nah sebelum lebih jauh, saya mo jelasin dulu apa aja sih yang dimaksud dengan pendapatan operasional dan non operasional? Gampangnya, pendapatan operasional adalah pendapatan yang diperoleh dari kegiatan utama perusahaan. Misalnya perusahaan dagang, maka yang dimaksud dengan pendapatan operasional adalah pendapatan yang diperoleh dari hasil ngejual barang dagangannya. Sedangkan pendapatan non operasional adalah pendapatan yang diperoleh dari kegiatan selain kegiatan utama perusahaan. Misalnya di perusahaan dagang, pendapatan yang diperoleh selain dari hasil ngejual barang dagangan itu masuk kategori pendapatan non operasional, contohnya adalah pendapatan bunga, keuntungan dari ngejual kendaraan operasional yang udah ga dipake lagi, dan lain-lain yang ga terkait dengan penjualan barang dagangannya. Begitu pula sama halnya dengan beban operasional dan non operasional.

Nah klo udah ngerti dengan apa yang dimaksud single step,serta transaksi operasional dan non operasional, sekarang saya mo jelasin laporan laba rugi yang menggunakan metode multiple step untuk penyajiannya. Sebenernya klo kita udah bisa identifikasi mana yang termasuk transaksi operasional dan transaksi non operasional, itu bakalan jadi lebih gampang, soalnya bedanya dengan single step, di metode multiple step penyajiannya dibedakan antara kegiatan operasional dan non operasional, sehingga nantinya ada yang disebut sebagai laba kotor (gross profit), trus laba operasi (operating income), dan laba bersih (net income), sedangkan di single step, yang ada cuman laba bersih aja, karena dia ga ngebedain antara pendapatan yang diperoleh dari kegiatan operasional dan non operasional.

Oiya ada satu hal lagi yang hampir lupa. Untuk masalah judulnya, beda dengan judul neraca (kayak yang udah dibahas di thread sebelumnya). Kalo di neraca kan untuk periode judulnya pake “per 31 Desember 20XX”, nah klo di Laporan Laba Rugi untuk periode judulnya pake “Untuk Periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 20XX”. Kenapa bisa beda? Soalnya klo Neraca kan nunjukin potret perusahaan pada satu titik waktu tertentu, makanya pake “per 31 Desember 20XX”, sedangkan Laporan Laba Rugi nunjukin kegiatan operasional perusahaan selama periode tertentu, dari mulai awal periode sampe akhir periode akuntansi, makanya pake judul “untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 20XX”.

Nah untuk lebih jelasnya, silahkan diliat gambar dibawah ini untuk liat bedanya antara Single Step ma Multiple Step.

Single Step

Nah klo yang dibawah ini Multiple Step

Gimana sekarang, udah mulai ada sedikit gambaran kan tentang apa sih Laporan Laba Rugi itu, trus apa sih bedanya Single Step ma Multiple Step, trus apa bedanya transaksi operasional dan non operasional? Kalo udah ada gambaran, berarti udah mulai paham tuh tentang bahasan kali ini hehe…

Semoga tulisan ini bermanfaat sob!

Advertisements

6 thoughts on “Sekarang Gilirannya Ngebahas Laporan Laba Rugi

  1. itu kalo misal nya di soal nya ngga ada harga pokok penjualan , dapetin laba kotor nya gmana ?apa kalo misalnya disuruh pake multiple step emang udh ada harga pokok penjualan nya di soalnya?

    • Kita harus liat dulu, perusahaannya merupakan perusahaan dagang atau jasa? Klo perusahaan jasa, memang ga ada HPP nya. Dan klo ternyata itu perusahaan dagang ato manufaktur, seharusnya ada HPP nya. Dan klo misalkan memang belum ada HPP nya, bisa jadi justru soalnya adalah mencari HPP. Semoga bisa membantu 🙂

  2. Pingback: Mari Kita Selesaikan Siklus Akuntansi….. « Sijagur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s